Oleh: Ir. Gusva Yetti, SPt., MM
(Penulis adalah Pengawas Mutu Pakan Ahli Madya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung)
HIJAUAN merupakan pakan utama bagi ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing, domba), sehingga ketersediannya sangat diperlukan dalam upaya pemenuhan kebutuhan untuk hidup, bertumbuh dan berkembang biak maupun berproduksi.
Sehingga dapat dikatakan bahwa pakan sangat mempengaruhi produksi dan produktivitas ternak khususnya sapi.
Kebutuhan hijauan pakan ternak sapi umumnya berkisar antara 10% hingga 20% dari bobot badan (dalam bentuk segar) per hari. Sebagai contoh, sapi dengan bobot 400 kg membutuhkan sekitar 40 kg hijauan segar per hari. Sehingga semakin banyak jumlah populasi maka kebutuhan hijauan akan semakin meningkat dan ini harus cukup tersedia secara kualitas dan kuantitas. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi peternak maupun petani umumnya dalam penyediaan hijauan pakan tersebut. Salah satu tantangan tersebut adalah menyempitnya lahan untuk penanaman hijauan pakan itu sendiri.
Bisnis hijauan pakan ternak (HPT) memiliki prospek yang sangat menjanjikan di Indonesia karena pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam peternakan, mencapai 60–70% dari total biaya operasional. Tingginya populasi ternak ruminansia yang sangat bergantung pada hijauan menciptakan peluang pasar yang stabil dan terus tumbuh.
Peluang dan Strategi Bisnis Hijauan Pakan Ternak
- Permintaan Tinggi & Kontinu: Ternak membutuhkan pakan setiap hari tanpa mengenal musim, sehingga permintaan pasar selalu ada.
- Potensi Omzet Besar: Informasi di lapangan melaporkan bahwa budidaya rumput unggul (seperti pakchong, zamzibar) di lahan seluas 2 hektar, dapat menghasilkan omzet 30 hingga 100 juta rupiah per bulan melalui penjualan bibit, rumput segar, dan silase.
Kelompok Peternak Sejahtera yang beralamat di Desa Bukit Ketok Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka melakukan bisnis ini karena sudah menghasilkan omzet penjualan hijauan pakan ternak hingga 24 juta rupiah rupiah per hektar setiap panennya.
Diversifikasi Produk: Anda tidak hanya bisa menjual rumput segar, tetapi juga:
- Bibit Unggul: Penjualan stek atau bibit dalam polybag (misal: indigofera).
- Pakan Olahan: Memproduksi silase atau pakan komplit (fermentasi) untuk meningkatkan masa simpan dan nilai jual.
Pemanfaatan Lahan Terbatas: Bisnis ini bisa dimulai dengan sistem tumpang sari misalnya diantara perkebunan kelapa sawit pada tanaman yang berumur di bawah 2 tahun atau menanam di pinggiran lahan produktif untuk efisiensi lahan
Cara Memulai Bisnis HPT
- Riset Pasar: Identifikasi kelompok ternak atau peternakan besar di sekitar anda sebagai target konsumen utama.
- Pemilihan Jenis Hijauan: Pilih varietas unggul yang memiliki produktivitas tinggi dan kandungan nutrisi baik, seperti rumput gajah pachong, zamzibar, odot, atau leguminosa seperti indigofera.
- Manajemen Budidaya: Gunakan pupuk organik dari limbah ternak untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan.
- Pemasaran Digital: Manfaatkan media sosial dan marketplace untuk menjangkau pembeli di luar daerah, terutama untuk produk bibit dan pakan olahan.
- Kemitraan: Bangun kerja sama dengan peternak lokal sebagai pemasok tetap untuk menjamin keberlanjutan distribusi.
Salah satu tantangan dalam budidaya hijauan pakan ternak adalah cuaca atau kemarau, karena kebutuhan air cukup banyak. Salah satu strateginya adalah dengan memilih bibit yang agak tahan panas serta melakukan penyiraman secara kontiniu.
Beberapa hijauan pakan ternak yang sangat tahan kekeringan antara lain indigofera, rumput odot, rumput koronivia dan tanaman sorgum. Tanaman-tanaman ini tetap produktif dan kaya nutrisi meski kekurangan pasokan air.
Berikut adalah rincian jenis dan keunggulannya:
- Indigofera (Indigofera zollingeriana): Tanaman leguminosa pohon dengan akar dalam yang menyerap air dari jangkauan luas. Memiliki kadar protein sangat tinggi (mencapai 25%-27%). Sangat baik untuk penggemukan dan menekan biaya pakan konsentrat.
- Rumput Odot (Pennisetum purpureum): Selain tangguh saat musim kemarau, rumput ini juga tahan terhadap genangan air. Cepat tumbuh dan disukai banyak jenis ternak ruminansia seperti sapi dan domba.
- Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor): Dikenal sangat adaptif di lahan kering dan tahan panas. Batang dan daunnya dapat digunakan sebagai pakan hijau langsung atau difermentasi (silase).
- Rumput Koronivia (Brachiaria humidicola): Jenis rumput padang penggembalaan yang sangat toleran terhadap kekeringan serta tahan terhadap berbagai jenis
Upaya lain dalam mengantisipasi kekurangan pakan di musim kemarau adalah dengan melakukan pengolahan pakan dengan difermentasi, silase, atau hay pada saat produksi melimpah.
Kini peluang bisnis yang menjanjikan ada di depan mata. Hijap Bersedekah atau Hijauan Pakan Berkualitas, Sehat Panen Rupiah membuktikan bahwa inovasi itu bukan sekadar impian atau bonus semata, tapi menjadi berkah nyata sekaligus jembatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan yang berkelanjutan.*)
