Ada Benih Kelapa Sawit dan Lada untuk Petani Babel Tahun Depan

PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan berencana menyalurkan benih kelapa sawit dan lada tahun depan.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Haruldi SP MSi mengatakan kedua benih komoditas perkebunan itu akan disalurkan kepada kelompok tani yang memang memenuhi syarat untuk menerimanya.

“(Kelompok tani yang mengajukan permintaan benih) baik lada maupun sawit sudah harus terdaftar di Simluhtan (Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian),” kata Haruldi di hadapan Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Bangka Selatan yang berkunjung ke Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel, Jumat (16/12/2022).

Kunjungan kerja tersebut dipimpin Ketua Komisi II Herwandi. Ikut serta Wakil Ketua Komisi II Muslim SIP dan dua orang anggota masing-masing Rusdiono dan H Surianto SH.

Kedatangan mereka disambut langsung Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Edi Romdhoni SP MM di ruang rapat lantai satu Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.   

Haruldi menjelaskan benih lada yang akan dibagikan ke petani nanti untuk rehabilitasi tanaman lada. Jumlah luas lahan yang akan direhab sebanyak seratus hektar.

“(Sedangkan bantuan benih) kelapa sawit sekitar 39 ribu atau untuk sekitar 307 hektar lahan,” jelas Haruldi.

Karena itu Haruldi minta petani yang berminat mendapatkan benih kelapa sawit dan lada untuk menyiapkan berbagai hal yang dipersyaratkan. Menurutnya ada mekanisme yang harus diikuti terkait pendistribusian benih tanaman itu nanti.     

“Mekanismenya adalah melalui pengajuan proposal oleh kelompok tani ditujukan ke gubernur ditembuskan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan ditembuskan juga ke dinas terkait yang membidangi perkebunan kabupaten. Biar mereka juga bisa backup,” ujarnya seraya menambahkan jumlah proposal petani yang masuk mengajukan bantuan benih kelapa sawit hingga saat sekitar 90 proposal.

“(Proposal yang masuk) untuk sawit itu mulai dari tahun 2021,” tandasnya.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar